Banda Aceh - Suasana meriah terasa begitu kentara di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Setiap mata yang melewati arah tersebut akan disodorkan oleh pemandangan kerumunan manusia. Ribuan masyarakat berbondong-bondong mengunjungi Gampong Ramadhan dalam rangkaian acara "Bank Aceh Ramadhan in Action".
Stand-stand kuliner yang berjajar rapi dikerumuni pengunjung, menciptakan suasana pasar takjil yang meriah. Antrean panjang terlihat di berbagai titik, menandakan besarnya antusiasme masyarakat terhadap acara ini.
Bank Aceh Ramadhan in Action merupakan sebuah program spesial yang digelar oleh Bank Aceh Syariah dalam rangka menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadhan.
Acara ini akan berlangsung selama enam hari, mulai 12 hingga 17 Maret 2025, dengan menghadirkan konsep "Gampong Ramadhan", yang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan hiburan bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata dan komitmen intens Bank Aceh dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memberikan pengalaman berbelanja yang lebih modern dan praktis dengan berbagai layanan perbankan digital.
Sebagai bagian dari upaya mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, Bank Aceh menghadirkan 50 tenant UMKM binaannya yang menawarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas Aceh, produk fashion muslim, hingga kerajinan tangan.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati aneka hidangan dari belasan food truck yang menyajikan menu spesial Ramadhan, menghadirkan sensasi berbuka puasa dengan pilihan makanan yang beragam dan menggugah selera.
Acara yang berlangsung tersebut menjadi magnet bagi warga yang ingin menikmati berbuka puasa dengan suasana yang berbeda. Bahkan tanpa diduga justru menghadirkan pengalaman baru dan unik bagi sebagian orang.
Salah satu pengunjung, Ustadz Muhajir yang merupakan putra asli Kota Sabang, dan sudah menetap di Banda Aceh mengaku baru pertama kali merasakan buka puasa di Masjid Raya Baiturrahman.
"Saya sudah lama tinggal di Banda Aceh, tapi belum pernah salat tarawih dan berbuka di Masjid Raya. Baru kali ini mencoba, dan rasanya benar-benar berbeda. Ditambah dengan adanya acara ini, suasananya jadi semakin seru dan meriah," ujar Ustadz Muhajir, Sabtu (15/3/2025).
Namun, dia tidak menyangka bahwa datang terlambat ke acara Gampông Ramadhan ini memiliki konsekuensi yang cukup menantang dan memberi kesan unik yang akan dikenang seumur hidupnya.
"Kalau telat datang begini ya risikonya ada dua, antrean panjang atau stok makanan habis," ujarnya.
Dia sebelumnya sudah membuat rencana untuk war takjil di acara ini sehingga tanpa persiapan apa pun untuk berbuka. Muhajir mengaku harus berkeliling dua kali hanya untuk mencari makanan berbuka yang pas.
"Akhirnya muter-muter aja dulu nikmati suasana. Pas hampir berbuka, baru dapat makanan, itu pun cuma tinggal satu menu terakhir, nasi minyak keumamah," tambahnya sambil memperlihatkan bungkusan makanannya.
Setelah mendapatkan makanan untuk berbuka, langsung mencari lokasi untuk berbuka di kursi yang disediakan oleh pemilik food truck. “Waktu berbuka hampir tiba, tetapi masih sibuk mencari tempat duduk. Banyaknya pengunjung membuat suasana untuk nikmat berbuka hilang. Besok-besok harus pinter menyiasati agar terasa nikmat kala berbuka,” ucapnya dengan sedikit agak kecewa.
Masyarakat yang berhadir ke Gampong Ramadhan di halaman Masjid Raya Baiturrahman sangat antusias dan merasakan suasana Ramadhan yang berbeda. Acara ini dibuka dan siap menyambut pengunjung mulai pukul 16.30 WIB hingga malam hari.
Di sini pengunjung dapat menikmati kuliner favorit sepuasnya dan menemukan suasana baru bersama keluarga. Tetapi, seperti pengalaman Muhajir, kalau datang terlambat, risikonya antre panjang atau kehabisan makanan. Jadi, pastikan datang lebih awal agar bisa menikmati kuliner favorit tanpa harus berkeliling dua kali seperti dirinya.[]
--tulisan ini merupakan bagian dari tugas akhir Pesantren Jurnalistik 2025--